Powered By

Free XML Skins for Blogger

Powered by Blogger

Showing posts with label Jaringan Komputer. Show all posts
Showing posts with label Jaringan Komputer. Show all posts

Friday, December 12, 2008

Pengkabelan Pada Jaringan Lokal (LAN)

Straight Cable


Better used for pc to hub or switch to pc connection



Crossed Cable


Better used for pc to pc, or hub to hub, or switch to switch connection



(originally image taken from "http://geekozoid.blogspot.com")

Wednesday, November 26, 2008

Membagi Sharing Koneksi Internet ke 1 PC / Laptop atau beberapa PC / Laptop

Pada dasarnya untuk membagi sebuah jaringan sederhana untuk beberapa pc cukuplah mudah. Khususnya buat anda yang menggunakan internet di rumah dan ingin membaginya juga agar bisa dipakai untuk beberapa pc ataupun laptop sekaligus di rumah anda. Di rumah saya berlangganan Fastnet, karena apabila dibypass langsung dari cable modem ke switch tidak bisa, karena salah satu laptop tidak bisa mendapatkan IP, maka saya bagi seperti dibawah ini.

Perangkat yang dibutuhkan,
  1. Kabel UTP
  2. Sebuah Ethernet Card / Network Interface Card (NIC)
  3. Sebuah Switch (apabila ingin dibagi dengan banyak pc atau laptop)
  4. Komputer, PC atau laptop (ya iyalah!!hehe..)
  5. Cable Modem / ADSL Modem (biasanya sudah dipinjamkan oleh ISP anda berlangganan)
Langkah-langkahnya sebagai berikut ini, saya jelaskan sbb :
  1. Untuk pemasangan awal cable modem /adsl modem biasanya sudah disupport langsung dari teknisi yang datang langsung dari provider tempat anda berlangganan/mendaftar sebelumnya,
  2. Disini saya asumsikan bahwa cable modem terpasang ke pc di rumah anda dan anda menggunakan OS Windows XP pada pc tersebut,
  3. Anda bisa tambahkan sebuah ethernet card lagi 1 buah pada pc anda (karena ethernet card yang ada pasti sudah terpakai untuk cable modem, jadi anda perlu menambahkan 1 lagi pada pc anda),
  4. Kemudian sambungkan pc anda ke notebook dengan menggunakan kabel utp tipe crossed. Kabel utp tipe crossed dipakai untuk menghubungkan computer to computer atau hub to hub (switch to switch). Sedangkan tipe straight dipakai untuk sambungan hub to pc. switch to pc.
Konfigurasi sharing internet dari pc untuk ke laptop anda :
  1. Pertama, set model jaringan (network) pada pc anda agar dipahami oleh OS anda (saya asumsikan disini adalah windows xp),
  2. Untuk konfigurasi awal anda bisa mulai dari Control Panel,
  3. Kemudian Network Setup Wizard,
  4. Dari option yang ada, pilih "This computer connect directly to internet, and the other computers connect to internet through this computer", (seperti gambar diatas)
  5. Akan muncul 2 buah koneksi yang aktif, yang pertama adalah koneksi internet yang akan anda bagi, dan satu lagi adalah koneksi lokal yang terhubung ke laptop anda, kemudian anda pilih koneksi yang internet yang aktif, seperti gambar dibawah,
  6. Next, tunggu sesaat dan finish,
  7. Sekarang koneksi sudah terbagi (shared), seperti tampak pada gambar dibawah,
  8. Anda perlu menkonfigurasi IP address pada ethernet card pc anda yang terhubung ke laptop anda agar dapat tersambung dengan baik, (bukan ethernet card yang terhubung ke cable modem, biarkan dia terkoneksi secara otomatis atau DHCP)
  9. Untuk setting IP addressnya, contoh : 192.168.0.1 dan selalu gunakan IP yang sekelas, contoh apabila menggunakan IP diatas anda bisa menggunakan IP : 192.168.0.2, dst, di laptop anda (atau anda juga bisa biarkan saja IP di laptop anda otomatis dengan DHCP),
  10. Set subnetmask : 255.255.255.0 (biasanya sudah terisi secara otomatis),
  11. Perhatikan apakah semua sudah dikonfigurasi dengan benar ? Dan anda siap berinternet ria dengan laptop anda tanpa mengganggu pengguna pc lain di rumah. Berlaku juga apabila anda menggunakan laptop / pc client dengan OS Windows Vista.
Apabila dibagi dengan beberapa laptop atau pc ? Anda bisa ikuti step diatas, tetapi anda perlu menambahkan sebuah switch saja dan kabel tipe straight. Perbedaannya adalah anda menghubungkan pc (gateway) anda tidak langsung ke laptop atau pc seperti tadi, akan tetapi ke sebuah switch yang kemudian nantinya akan dihubungkan lagi ke beberapa pc atau laptop.

Kekurangan dari sistem jaringan untuk internet berbagi ini adalah pc anda (yang terhubung langsung ke cable modem) disini bertindak sebagai gateway atau gerbang bagi para pengguna lainnya internet lainnya, apabila pc tersebut mati otomatis koneksi internet yang dibagipun akan mati.

Selamat mencoba..
Amr Rachid

Thursday, September 18, 2008

Pembagian Kelas Jaringan

Komputer adalah sebuah peralatan elektornik yang dibuat dari switch elektronik. Pada level terendah semua keputusan tergantung pada switch elektronik tersebut yang hanya akan bereaksi pada sinyal listrik. Sinyal listrik dimengerti dengan adanya perbedaan pada saat menyala dan pada saat tidak menyala.
Untuk menerangkan kedua keadaan yang berbeda tersebut, maka dikenal sistem angka biner. Pada sistem ini dikenal dengan dua simbol yang berbeda yaitu ‘0’ dan ‘1’.

Sistem Penomoran Pada Komputer
Komputer adalah sebuah peralatan elektornik yang dibuat dari switch elektronik. Pada level terendah semua keputusan tergantung pada switch elektronik tersebut yang hanya akan bereaksi pada sinyal listrik. Sinyal listrik dimengerti dengan adanya perbedaan pada saat menyala dan pada saat tidak menyala.

Untuk menerangkan kedua keadaan yang berbeda tersebut, maka dikenal sistem angka biner. Pada sistem ini dikenal dengan dua simbol yang berbeda yaitu ‘0’ dan ‘1’.


Satuan Yang Berlaku Pada Sistem Komputer

1. bit – satuan terkecil yang sama dengan angka 0 saja atau angka 1 saja pada angka biner.
2. Byte – satu byte sama dengan 8 bit.
3. kb (Kilobit) – 1 kilobit disamakan dengan 1000 bit
4. kB (kilobyte) – 1 kilobyte disamakan dengan 1000 byte (tepatnya 1024 byte)
5. kbps (kilobits per second) – ini adalah standar ukuran satuan jumlah data yang dikirim melalui koneksi jaringan.
6. kBps (kilobytes per second) – sama dengan kbps hanya saja berbeda jumlahnya.
7. Mb (megabit) – 1 megabit disamakan dengan 1 juta bit.
8. MB (megabyte) – 1 megabyte disamakan dengan 1 juta byte (tepatnya 1.048.576 byte). 1 megabyte sering disingkat dengan sebutan ‘meg’.
9. Mbps (megabits per second) – ini adalah standar ukuran satuan jumlah data yang dikirim melalui jaringan.
10. MBps (megabytes per second) – sama dengan Mbps hanya saja berbeda jumlahnya.

Konversi Angka Biner ke Angka Desimal
Untuk dapat melakukan konversi angka biner ke angka desimal kita harus mengetahui terlebih dahulu bahwa angka biner hanya memiliki 2 simbol yaitu ‘0’ dan ‘1’. Sedangkan angka desimal memiliki 10 simbol yaitu 0,1,2,3,4,5,6,7,8, dan 9. kombinasi angka biner tidak menimbulkan sebutan baru pada yang menimbulkan cara perhitungan baru. Tetapi pada angka desimal, kombinasinya menghasilkan sebutan baru dan juga cara perhitungan yang berbeda.

Dengan demikian didapatkan perhitungan:

(128x1)+(64x0)+(32x1)+(16x1)+(8x1)+(6x0)+(2x0)+(1x1)

128 +0 +32 +16 +8 +0 +0 +1 = 185

Jadi angka desimal yang didapat adalah 185 (seratus delapan puluh lima)

Jadi angka desimal yang didapat adalah 185 (seratus delapan puluh lima)

Pengalamatan IP (IP Addressing)


IP Address dikenal didalam kita melakukan koneksi jaringan. Prinsipnya apabila komputer kita hendak bergabung dalam komunitas jaringan, maka komputer tersebut harus memiliki nama dan alamat korespondensi agar komunikasi dapat berjalan dengan baik. Hal ini layaknya apabila kita melakukan kegiatan surat-menyurat.


IP address dibagi menjadi beberapa kelas, yaitu:

Kelas A : 0.0.0.0 sampai dengan 127.255.255.255
Kelas B : 128.0.0.0 sampai dengan 191.255.255.255
Kelas C : 192.0.0.0 sampai dengan 223.255.255.255
Kelas D : 224.0.0.0 sampai dengan 239.255.255.255
Kelas E : 240.0.0.0 sampai dengan 255.255.255.255

Pembagian kelas ini dimaksudkan untuk kebutuhan tertentu. Sehingga tidak terjadi saling mengganggu apabila terdapat sebuah jaringan yang sangat besar seperti internet.


Kelas A digunakan untuk jaringan yang sangat besar dengan memiliki banyak host. Pada kelas ini hanya ada terdapat 8 identitas jaringan.


Kelas B digunakan pada jaringan yang menengah sampai ke jaringan yang besar. Pada kelas ini terdapat 16 identitas jaringan.


Kelas C digunakan pada jaringan yang kecil. Kelas ini banyak dipakai pada perusahaan yang berinvestasi pada jaringan. Pada kelas ini terdapat 24 identitas jaringan yang dapat dipakai.


Kelas D hanya digunakan untuk Multicating. Yaitu apabila kita menginginkan untuk mengirim data kepada beberapa penerima sekaligus atau sebuah grup.


Kelas E digunakan hanya untuk kepentingan penelitian oleh IETF (Interner Engineering Task Force). Tidak digunakan oleh umum.


Public IP

Penggunaan IP address oleh semua pihak dapat menyebabkan terjadinya kesamaan nomor IP yang digunakan. Hal ini menyebabkan dijelaskannya aturan mengenai IP Public. IP jenis ini digunakan oleh setiap orang yang ini memasuki kominitas jaringan yang besar seperti internet. IP Public adalah semua nomor IP pada semua kelas yang ada kecuali IP Private.

Private IP

IP Private terbagi pada setiap kelas IP Address.
Kelas A : 10.0.0.0 samapai dengan 10.255.255.255 --> 1 identitas jaringan
Kelas B : 172.16.0.0 sampai dengan 172.31.255.255 --> 16 identitas jaringan
Kelas C : 192.168.0.0 sampai dengan 192.168.255.255 --> 256 identitas jaringan

Classless IP Address

Di Indonesia mungkin belum terlalu menjadi masalah apabila kehabisan kelas IP yang bisa digunakan. Karena belum banyaknya instansi atau institusi yang menanamkan investasi pada jaringan. Sehingga pembuatan jaringan skala besar masih sangat jarang. Tetapi di negara maju, telah terjadi kebingungan karena kesulitan dalam penggunaan nomor IP pada setiap kelas. Ini karena telah habisnya kelas IP yang bisa digunakan, apalagi apabila harus menggunakan IP Public.

IP Address yang disusun dengan ruang sebesar 32-bit sudah dianggap tidak memamdai. Kemudian dikembangkan IP Address dengan ruang sebesar 128-bit. Hal ini menyebabkan diharuskannya digunakan protokol IP jenis baru yaitu IPv6. Ini belum menjadi solusi yang banyak dipakai karena nilai investasi yang tidak sedikit dalam implementasinya.

Manilpulasi IP Address secara internal pada masing-masing pihak banyak dilakukan guna mengatasi permasalahan ini. Sampai saat ini tindakan tersebut yang dinamakan CIDR (Classless Interdomain Routing) menjadi solusi populer.

CIDR menganggap semua IP Address terdapat pada kelas yang sama sehingga apabila kita ingin membedakan perlakuan berbeda pada kelas yang berbeda juga, kita cukup melakukan suatu routing khusus yang akan mengatur perlakuan tersebut. Itulah kenapa terdapat istilah Classless IP Address.


Subnetting

Seperti yang telah dibahas sebelumnya. Untuk membedakan segmen jaringan kita harus membuatnya memiliki nomor IP yang berbeda kelas juga. Hal ini memiliki keuntungan dan kerugian sebagai berikut:

Keuntungan:

1. Tidak sulit dalam memilih jenis kelas IP yang akan dipakai.
2. Memiliki banyak sisa nomor IP dalam satu kelas, kalau nanti kita akan menambahkan host.

Kerugian:

1. Server yang menjadi domain controller akan menjadi sangat sibuk apabila host yang terdapat dalam 1 domain sudah terlalu banyak.
2. Akan terjadi delay yang panjang apabila banyak terjadi tabrakan data.
3. Akan sering terjadi tabrakan data karena banyaknya host yang terdapat dalam 1 domain.
4. Apabila terjadi Broadcast Storm, maka seluruh anggota jaringan akan menerima akibatnya. Ini berarti terjadi Jam pada jaringan.

Terdapat banyak kerugiannya apabila kita membangun jaringan komputer dengan hanya menggunakan 1 domain. Sehingga subnetting menjadi solusi yang dianjurkan

diterapkan pada jaringan yang telah memiliki banyak host dengan banyak jenis data yang beredar di dalamnya.

Subnetting adalah tindakan membagi kelas IP dalam kelas IP yang sudah ditentukan berdasarkan kelas yang umum (Kelas A, B, C, dst). Setiap kelas IP memiliki subnet mask default yang menyatakan termasuk kelas manakah IP yang kita pakai.

Kelas A : Default Subnet Mask --> 255.0.0.0
Kelas B : Default Subnet Mask --> 255.255.0.
Kelas C : Default Subnet Mask --> 255.255.255.